Kenalan Sama Arpana Rayamajhi
Coba
ingat-ingat lagi, apa kenangan masa kecil kalian yang sangat membekas di benak
? bisa jadi apa saja, mulai dari jalanan yang ramai di pasar, sawah sebelah
rumah, atau batu kerikil yang berserakan di jalanan kecil. Jangan pernah
membuang detail-detail kecil dalam hidup kalian lo, bisa jadi hal kecil itu yang
malahan membawa kita semakin besar. Hal itu saya pelajari dari seorang seniman
perhiasan asal Nepal. Namanya Arpana Rayamajhi.
Arpana
Rayamajhi adalah seorang desainer perhiasan yang tinggal di New York. Dia
berasal dari Katmandhu, Nepal. Tumbuh dan besar di Nepal, Arpana tidak
menyangka bahwa hal kecil dalam hidupnya akan memengaruhi keahliannya sebagai
perancang perhiasan. Kenangan akan ibunya, jalanan Katmandhu yang
berkelok-kelok hingga pasar yang selalu ramai di Nepal tempat dia mengumpulkan
manik-manik dan pernik-pernik.
Ibunya
adalah seorang artis yang sangat terkenal di Nepal dan ayahnya adalah seorang
menejer di sebuah Kasino. Arpana melihat bahwa seni itu indah dan jadi bagian
dari kebudayaan mereka tetapi Seni tidak bisa dijadikan sebagai sumber
penghasilan yang layak di negaranya. Hal itu yang dia lihat dari Ayah dan ibunya, Ibunya
mungkin artis yang sangat terkenal di bioskop tapi pada masanya sejujurnya
finansial ibunya tidak terlalu baik, bayaran ibunya sangatlah sedikit. Dia juga
menambahi jika tidak karena kebutuhan, ayahnya akan lebih memilih menjadi
seorang seniman. Sebagai anak dari public Figure tersohor Arpana selalu
dituntut sempurna dan jika dia mencapainya orang lain malah mencemooh. Sejak
kecil Arpana sangatlah baik di bidang akademis, namun orang-orang di sekitarnya
malah menimpali bahwa ia bisa mahir karena berasal dari keluarga mampu dan bisa
melakukan apapun. Itulah alasan kenapa Arpana memilih untuk pindah ke New york
dan belajar di sana, dia ingin meninggalkan perasaan terus diawasi oleh
orang-orang sekitar….mereka akan terus
mengawasi kinerja saya dan selalu ingin tau seberapa baik saya atau seberapa
buruk saya akan terjatuh. Perasaan itu hilang setelah dia bersekolah seni
dan patung di New York, Arpana merasa bebas dan tau apa tujuan dia sebenarnya.
Arpana berusia 20 tahun saat pertama kali pindah dari Nepal, namun dia harus
bolak-balik Nepal-New York karena ibunya sedang sakit, tak lama kemudian ibunya
meninggal.
“salah
satu inspirasi terbesar saya adalah kematian. Saya pikir, itulah salah satu
alasan saya berkarya yaitu membuat diri saya abadi …”
Selama
empat tahun dia berada di Nepal dan setelah itu dia memulai untuk mendesain
perhiasan di New York. Yang menjadi inspirasi terbesarnya adalah ibunya dan
kampung halamannya, Katmandhu. Semua memori bersama ibunya saat berjalan di
pasar ramai, atau saat mengumpulan manik-manik bekas, disana Arpana menemukan
style perhiasan dirinya. Setiap bagian leher dan antin-antin dia rangkai
sendiri menggunakan tangannya. Bagian yang menjadi ciri khasnya adalah
rangkaian manik-manik , rumbai-rumbai dan warna warni cerah. Dan itu semua dia
dapat dari kenangan masa kecilnya bersama ibunya di Katmandhu.
So mungkin kita bisa menjadi the next Arpana, seorang gadis yang berasal dari tempat kecil, perlu diketahui bahwa Di Katmandhu dulu listrik hanya menyala 18 jam sehari dan Arpana mengalami itu. Nepal juga tidak punya perusahaan besar, apalagi di bidang seni. Tapi dia tidak menyerah untuk meraih mimpinya. selain itu, mungkin kalian tidak asing dengan nama Taika Waititi, Arpana mengaku sangat terinspirasi dari filmya Tiaka yang berjudul Jojo Rabbit. Bukan jalan cerita film itu yang membuat terpukai tapi Taika, Taika Waititi adalah seorang suku Maori asal Selandia baru. Dia berasal dari suku paling minoritas di sana dan dia bisa berkarir di kancah Hollywood dan menghasilkan film-film seperti Thor Ragnarok dan Love and Thunder. Jadi jangan minder kalau kalian berasal dari desa kecil atau pelosok negeri manapun, kamu punya mimpi dan berhak mewujudkannya.
sangat inspiratif dan heartwarming at the same time, keren
BalasHapus