Lika Liku Melajang
Aku hampir lupa kalau punya blog. Seperti yang
aku katakan di postingan sebelumnya bahwa blog ini akan seperti vila orang kaya
yang ditempati hanya setahun sekali bahkan lebih jarang lagi. Sekarang ini aku
sedang mendengarkan lagunya Mbak Raye, “Where is my husband “… relate
sama kehidupan aku, yang bertanya tanya suami aku dimana, lama banget nemuin
aku… kemana aja dia…kalian cewek-cewek yang umurnya hampir tiga puluh pasti
juga merasakan hal yang sama waktu dengerin lagu ini.
Sekarang aku ada di fase satu per satu
temenku pergi diambil belahan jiwanya. It’s kinda sad. Tapi ya mau gimana lagi.
Salah satu temen aku bahkan dibawa husbunya sampai ke pulau yang jauh dan
kemungkinan untuk bertemu di waktu dekat sangatlah mustahil. Ramalan aku
sebentar lagi temen-temenku yang lain bakalan nyusul. Itu dia, itu dia. Ditambah
lagi salah satu temen aku marah sama aku tanpa alasan yang jelas. Semua ini
membuat aku berpikir… gila…apa udah waktunya ya cari pasangan? … Setelah
berselancar di dunia maya cukup lama, akhirnya aku menemukan aplikasi Muzz, sebuah
aplikasi dating khusus muslim yang katanya menyajikan kenyamanan penggunaan
dan jauh dari penipu. Tanpa pikir Panjang, aku download. Dengan susah payah
melawan rasa malas, menghadapi pendaftaran aplikasi dan pengisian biodata yang
aku rasa sangat menguras energi, akhirnya, aku tiba di tahap “melihat beranda cowok”.
Aku liat sekitar lima orang dan gak ada yang menarik. Nah, aku juga liat bagian
“orang yang mengunjungi beranda anda”. Ada dua orang. Gak menarik juga. Semakin
lama aku berselancar di aplikasi itu malah makin males. Lama kelamaan aku gak Ngeliat
aplikasi itu sebagai wadah untuk mencari pasangan, tapi malah jadi kaya cermin.
Aku malah liat mereka sebagai orang-orang yang senasib dengan aku dan
menganggap ini sebagai penghibur kalau
masih banyak lo cowok lajang di muka bumi ini. So don’t worry. Jadi hipotesaku
tentang “ sudah waktunya mencari pasangan” hampir seratus persen salah.
Memang bener kata orang-orang jangan
cari pasangan saat kesepian… kalau kata AI, Sebaiknya jangan mencari
pasangan saat sedang kesepian karena cenderung menghasilkan hubungan yang
tidak sehat, penuh konflik, atau hanya sekadar mengisi kekosongan, bukan karena
kecocokan dan tujuan bersama, yang bisa merugikan diri sendiri dan orang lain
serta mengabaikan perbaikan diri dan support system yang ada. Oke,
terimakasih AI.
Lagian ya Mad, kau tu cuma ketriger sama
orang-orang yang pada nikah, kepengen nikah. Ibarat FOMO gitu lah. Ditambah lagi
konten-konten pasangan berseliweran di sosmed.
Tapi balik lagi. Coba berkaca, Apakah aku
sudah cukup dewasa untuk membangun suatu hubungan ? Apakah aku sudah bisa
berbagi apapun bersama pasangan ? Apa cara aku berkomunikasi sudah efektif dan
sehat ? Apakah aku siap untuk berkomitmen seumur hidup ? Apakah aku mampu untuk
menahan diri dan tidak egois ? memang kalau tidak dilakukan kita gak akan tau. Tapi
selain pertanyaan -pertanyaan itu, masih ada lapisan-lapisan pertanyaan yang
harus dijawab.
Karena banyaknya pertimbangan dan kepalaku
udah berat ya, akhirnya aku menguninstall aplikasi muzz tadi. Walaupun udah
terlanjur upload foto disitu, ya udahlah, kalau jodohnya lewat situ, dia pasti
bakal cari aku… cieh.
Sore hari ini, setelah menghapus muzz,
karena aku sedang jatuh cinta dengan Tseng Jing Hua (salah satu aktor Taiwan )
aku mencoba streaming apapun yang ada dia. Ketemulah sama drama “ I Am Married
but..” Gong sekali. Tseng Jing Hua tidak
jadi peran utama di sana. Dia cuma muncul sesekali. Tapi ganteng.
(ini dia Tseng Jing Hua… untuk sekarang aku
rasa dia lelaki tercakep seantero dunia )
Balik lagi ke drama … ceritanya sungguh
relate dengan apa yang sedang aku galauin. Sepertinya memang semesta selalu
membantu aku untuk berpikir. Ceritanya tentang seorang Perempuan workaholic, I
ling, yang merasa dia gak akan nikah. Dann ternyata dia malah ketemu sama Xue
You… dan … nikah. Lucu tau. Karena I ling ngerasa gak akan ada laki-laki yang
bisa membuat dia mau membagi hidup, membagi penghasilan, membagi tempat
tinggal. Tapi waktu ketemu bentar sama Xue You dia langsung ngelakuin itu
semua. Ibarat ngejilat ludah sendiri. Setelah mereka nikah, di sinilah aku ngeliat
dan distimulasi untuk mikir. Okelah I ling cinta sama Xue You. Cinta mati. Cuman,
I Ling harus menghadapi sikap Xue You yang ternyata manja sekali, FYI Xue You ini anak bungsu, anak mami. Masih
di ketek emaknya. I Ling juga harus menghadapi mertuanya yang sebenernya baik
cuma kelewat perfectionist. ya bayangin aja, udah nyuci piring, dicuci lagi, si
mertua ngerasa I Ling cuciannya gak bersih. Atau I Ling juga harus nerima
kenyataan kalau harga rumah mahal banget, dia mau gak mau harus tinggal sama
mertuanya dulu. I Ling juga gak bisa bebas mesra-mesraan sama suaminya di
rumah. Tapi bukan berarti penikahan mereka gak bahagia ya, banyak juga kejadian
lucu di rumah tangga mereka.
Ya….. semua ini bisa membantu saya. Dari I
Ling kita bisa liat, kalau belum siap mental dan finansial, sebaiknya gak usah
dulu. Memang nikah dan punya pasangan itu indah. Tapi kita harus siap sama hal-hal
yang akan datang setelah itu. Selain itu, sebagai seorang Muslimah manizzz, aku
yakin kalau jodoh itu sudah tertulis, kalau memang sudah ditakdirkan, dia akan
sampai pada waktunya.
“Mari berdoa dan bersabar menunggu dia yang
akan datang di waktu dan tempat terindah “
Komentar
Posting Komentar