A Guide to : Artic Monkeys
Ketenaran aplikasi Tik Tok juga membawa ketenaran bagi beberapa musisi karena lagunya sering digunakan sebagai backsound video. Salah satu musisi itu adalah Artic Monkeys. Lagu Mereka 505, I Wanna Be Yours, ataupun Do I Wanna Know sering terputar di aplikasi tersebut. Tapi lancang sekali hanya menilai kesuksesan band ini lewat TikTok. Mungkin lebih tepatnya aplikasi ini memperkenalkan Artic Monkeys kepada kaum Gen-Z kebawah. Sungkem pada TikTok. Saya pribadi merupakan penikmat baru dari band ini.
Artic Monkeys adalah band indie rock asal Sheffield, Inggris yang dibentuk pada 2002 silam oleh Alex Turner, Jamie Cook, Nick O’Malley dan Matt Halders. Berawal dari Alex Turner yang diberi gitar sebagai hadiah natal oleh orang tuanya. Setelah mulai mahir, Alex mengajak temannya Andy Nicholson dan Matt Halders serta Jamie Cook untuk membuat Band. Dikemudian hari posisi Andy Nicholson digantikan oleh Nick O’Malley. Sepanjang karier mereka, Artic Monkeys telah merilis tujuh album studio, yang kesemuanya diterima secara baik oleh penikmat musik. Jika mendengarkan lagu-lagu Artic Monkeys secara berurutan, kita seolah mengamati perkembangan seseorang dari remaja menuju dewasa. Artic Monkeys selalu membawa karya mereka ke haluan yang baru, lebih segar dan kompleks.
Berbeda
dengan band-band lain, Artic Monkeys merupakan band yang terkenal lewat
internet. Di tahun 2006, mereka mengeluarkan Beneath the Boardwalk sebuah CD yang berisi 18 lagu untuk diberikan
kepada gig band secara gratis dan beredar di Interner. Jadi mereka sudah
terkenal sebelum debut. Kalau di Korea mungkin bisa dibilang mereka Ulzzang.
Walaupun mereka sudah punya fans, alih-alih memilih lebel rekaman besar, mereka
lebih memilih Domino Recording Company sebuah lebel rekaman indie sebagai
penopang mereka. masih di tahun yang sama, Artics Monkeys mengeluarkan album
pertama mereka Whatever People Say I Am,
That’s What I Am Not. Album ini diterima dengan baik hingga mendapatkan 3
penghargaan bergengsi pada ajang NME Awards 2006. Setahun berselang mereka
kembali mengeluarkan Album Favourite
Worst Nightmare yang berisi 12 lagu, tiga diataranya masuk ke UK chart. Lagu
favorit saya 505 ada di album ini, saya tidak menyangka bahwa lagu ini sudah
diproduksi dua belas tahun yang lalu. Dari tahun 2007 hingga 2010 Artic Monkeys
banyak menggelar konser di festival dan tur dunia. Banyak para pendengar,
termasuk saya, melihat bahwa karisma Artic Monkeys sebagian besar dihasilkan
oleh sang vokalis, Alex Turner. Banyak asumsi tentang dia, kenapa dia bisa
seeksentrik itu, tapi sesungguhnya karena dia ganteng aja sih.
Agustus tahun 2009 album ketiga mereka Humbug rilis. Berisi 10 lagu. album ini berbeda dari dua album sebelumnya jauh lebih gelap dan menghindari arogansi remaja yang biasa ditampilkan. Disini mereka bertransformasi jadi lebih dewasa, mencapai puncak karir dan mencapai puncak kegantengan bagi Alex.
Album keempat mereka dirilis tahun 2011 bertajub Suck it and See, album ini berisi 13 lagu
yang membuat mereka semakin terkenal di kancah internasional. Album selanjutnya
yakni AM yang dirilis pada 2013
semakin melebarkan sayap Artic Monkeys terutama di Amerika. Berisi 12 lagu dan
menjadi album paling sukses bagi Artic Monkeys. Disini mereka menggunakan instrument
baru seperti keyboard, piano, organ dan celeste. Memiliki genre yang beragam
seperti psychedelic rock, blues rock, RnB, hingga hip hop dan campuran musik
rock 70-an. Single andalan mereka adalal
‘Do I Wanna Know’ dan ‘R U Mine’. Tidak bisa dipungkiri bahwa intro lagu Do I
wanna Know memang sangat baik, membuat terngiang dan disebut sebagai ‘lagu
ganteng’ oleh anak milineal. Pada masa ini Alex Turner bergaya ala Elvis
Presley dengan jambul bunglon. Saat memainkan lagu ini jadi ganteng maksimal.
Album keenam
mereka dirilis pada 2018 dengan judul Tranguility
Base Hotel & Casino. Secara garis
besar, lirik-lirik pada album ini mengacu pada hal-hal fiksi sains, film,
konsumerisme, Politik, Agama dan Teknologi. Empat tahun berselang, pada Oktober
2022 mereka meluncurkan album ke tujuh mereka The Car, berisi 10 lagu.
album ini berbeda dengan almbum-album sebelumnya. Punya nuansa musik yang
berkembang dengan bumbu orchestra dan klasikal. Bagaimanapun album mereka tetap
diterima baik dan disambut antusias oleh para penggemar.
Tahun 2023
mendatang, mereka akan mengadakan Tour Asia dan Indonesia kebagian jadwal di
bulan Maret. Akhirnya setelah gagal manggung tahun 2016 silam, Artic Monkeys
dapat menyapa penggemar Indonesia. Warga Indonesia bisa teriak bareng Alex
Turner “ I Crumble completely when you
cry….”
Good. Gaya berbahasanya sudah jauh lebih matang dan strukturnya rapih. Semangat terus utk menulis ❤
BalasHapusMantab, gaya bahasa sudah sangat cakep. Semngat terus
BalasHapusRapi bgt arghhhhhh
BalasHapus