Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Mengejar subuh

MENGEJAR SUBUH By: madah islami Tepatnya di saat matahari merindukan bulan, di antara lelap dan sadar aku membuka mata . Tepatnya jam tujuh pagi, aku terbangun tiga puluh menit sebelum berangkat ke kantor dan memasuki duniaku yang penuh kesibukan. Tiga puluh menit adalah waktu untuk mempersiapkan diri, dimulai kegiatanku dari mandi, masak, makan, dan sebagainya. Tentu aku melakukannya sendiri, walaupun aku laki-laki. Ini sudah menjadi rutinitasku selama enam tahun terakhir semenjak aku merantau ke luar kota.             “Fajar anakku??!!,  Pagi-pagi sekali sudah mencuci baju!” ungkap pak Dirman, dia adalah tetanggaku, usianya sudah lebih dari setengah abad namun dia masih gagah dan tegap. Seperti biasa dia baru pulang dari mesjid setelah melakukan kewajibannya “ shalat subuh ” , aku hanya bisa tersenyum manis jika dia sudah menyapa. Terlintas di pikiranku untuk rajin beribadah seperti beliau menghabiskan banyak waktu d...

father

Father....   " daughter reflection "   Tadi sore, aku baru nelpon bapak. kenapa gak dari dulu aku lebih terbuka sama bapakku sendiri. Harusnya aku inget buat apa aku merantau, buat apa aku kuliah, dia itu alasan dari semua rencana hidup yang aku buat. beberapa hari ini aku sering kalap menghadapi hidup dan perkuliahan yang bikin pusing, sampe-sampe aku kepikiran buat suicide. aku mikir untuk berenti kuliah atau pindah jurusan atau ikut SBMPTN lagi dan yang pastinya semua rencana itu akan menghabiskan lebih banyak uang, aku gak kepikiran sampe sana, aku cuman mau hidup tenang dan terlepas dari semua beban. Egois. aku gak mikir gimana susahnya Bapak nyari uang, banting tulang sampe sore.    sumpah, aku gak mau bikin dia kecewa. Kalo aku berprestasi pasti dia bakalan seneng, seenggaknya mudarin rasa capek dia.  Aku  nyadar  sih, makin lama perkuliahan ini makin sulit dan kadar kecerdasanku itu standart, bahkan aku masih sering nganga sama pe...
        Kurt cobain             “ Karena ditulis oleh seorang tolol kelas berat yang jelas-jelas lebih pantas menjadi seorang pengeluh yang lemah dan kekanak kanakan. Surat ini seharusnya mudah dimengerti. Semua peringatan dari pelajaran-pelajaran punk rock selama bertahun-tahun. Setelah perkenalan pertamaku dengan, mungkin bisa dibilang, nilai-nilai yang terikat dengan kebebasan dan keberadaan komunitas kita ternyata terbukti sangat tepat. Sudah terlalu lama aku tidak lagi merasakan kesenangan dalam mendengarkan dan menciptakan lagu sama halnya seperti ketika aku membaca dan menulis. Tak bisa dilukiskan lagi betapa merasa bersalahnya aku atas hal-hal tersebut.             Contohnya saat kita bersiap berada dibelakang panggung dan lampu mulai dipadamkan dan penonton mulai berteriak histeris, hal itu tidak memperngaruhiku, layaknya Freddy Mercury, yang t...