Ada Apa Dengan Cinta
Cinta dapat
diartikan sebagai suatu emosi dari kasih sayang yang kuat dan keterkaitan
pribadi. Cinta juga dapat diartikan sebagai suatu perasaan dalam diri seseorang
akibat factor pembentuknya. Dalam konteks filosofi, cinta merupakan sifat baik
yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang. Bagi aku,cinta
adalah sebuah rasa. Seberapa besar rasa itu tergantung dari seberapa dalamnya
rasa itu.
Dalam kehidupan aku, rasa cinta yang
aku rasakan lebih banyak tertuang pada kegiatan yang aku lakukan. Misalnya menggambar
ataupun menulis. Aku juga suka melampiaskan rasa cinta kepada peliharaanku,
kucing-kucing yang aku punya. Kalau cinta sama lawan jenis aku tidak terlalu
banyak tau karena aku belum pernah berpacaran. Walaupun tidak pernah
berpacaran, bukan berarti tidak pernah mencintai lawan jenis. Aku tau rasanya
memendam rasa, aku juga tau rasanya cinta bertepuk sebelah tangan, ataupun
gagal move on.
Setiap kali aku mau melakukan itu
(pacaran) otakku langsung bertanya, buat apa? (terlepas dari halal ataupun
haram kegiatan itu) iya, aku bertanya, buat apa? supaya aku tidak kesepian? Supaya ada yang
memperhatikan? Atau supaya ada yang menemani kemanapun aku pergi? Semua pertanyaan
itu muncul di kepala aku. Mungkin untuk orang lain berbeda. Katanya, sebuah
cinta itu harus diungkapkan, tidak ada cinta yang tidak siungkapkan, kecuali
bagi mereka yang hanya mencintai dirinya sendiri. Ya mungkin ego dalam diri aku
masi terlalu besar, sampai-sampai tidak bisa membagi rasa.
Hampir 90% teman-teman aku
berpacaran, dan aku sering membayangkan bagaimana kalau aku di posisi mereka.
kayanya aku gak akan tahan. Dulu waktu masih sekolah, aku juga sering nemenin
temen aku ketemu gebetannya. Mereka pacaran, aku nonton film horror. Beberapa hari
yang lalu aku menginap di rumah teman, waktu malam kedua kedua teman aku ini
telponan sama pacar mereka, saut-sautan. Dan telpon akan berhenti kalau salah
satu dari mereka ketiduran. Gak kebayang kalo ada di posisi mereka, kayanya aku
bisa gila. Dalam suasana itu, aku milih ambil earphone terus main kuis harry
potter.
Aku juga sering dengerin curhatan
temen-temen, yang pacarnya Cuma mau enaknya, yang di php-in, atau ada juga yang
cuman diporoti. Motif orang berpacaran kan banyak ya, ada yang murni karena
rasa cinta dan kadang ada juga yang Cuma ‘gak mau sendiri’, menyandang status
pacaran supaya tidak mendapat status jomblo. Kalau aku pribadi, selama aku
masih bisa sendiri, aku bakalan lebih milih sendiri dulu. Seperti dalam
pribahasa necessity is the mother of invention ( kebutuhan adalah induk
penciptaan) , sesuatu ada karena butuh. Kadang ada masanya, aku sama seperti Jo
dalam film little women, Jo yang menyesal menolak lamaran Teddy… Jo yang
ditinggal teman-teman dan saudaranya yang suda berpasangan….Jo yang frustasi
tentang ambisinya yang tak kunjung tercapai, and then she said, “ I want to be
loved and I’m so lonely”. Tapi rasa itu kadang muncul kadang hilang.
Well, walaupun begitu, rasa cinta
kepada lawan jenis (sesama jenis, tergantung orientasi seksual) merupakan hal
yang manusiawi, rasa itu memang unik. Buat aku yang belum pernah menjalani sebuah
hubungan, dan untuk kalian yang masih sendiri, Tuhan menciptakan manusia
berpasang-pasangan dan perlu waktu untuk menemukannya.
-one day you will find someone who loves and
adore you, that choose yu and continues choose you everyday-

MassyaAllah 👍
BalasHapusPertahankan kesendirian untuk memperbaiki diri itu lebih baik kak,
Aku termasuk bagian10% temen kakak yang ga pacaran kok😂
Aku tersentuh bacanya kak. Cinta ga harus diekspresikan lewat pacaran ya kak bener bgt itu. Semangat yuk kak untuk kita semua menjemput jodoh♥️ lain kali kita double date di bioskop sama suami ya nonton horror, jangan nungguin lagi kak🤣
BalasHapus