Rengasdenglok
Pernah
gak ngebayangin jadi golongan muda seperti Sutan Syahrir yang gereget sama
golongan tua gara-gara mereka tidak mau segera melakukan proklamasi, menurut
Soekarno, kemerdekaan harus dibicarakan bukan aja sama mereka tapi sama anggota
PPKI lain. Lah… pake mau diomongin segala sama anggota PPKI, entar keburu
Belanda datang lagi dong.
Satu
sisi memang golongan tua adalah kumpulan manusia yang harus dihormati dan
penasehat yang baik, tp di sisi lain dengan kolotnya pemikiran mereka kadang
membuat kita sebagai golongan muda gak sabar. Well, itu juga yang aku alami di
tempat kerja aku. Golongan tua cenderung mendikte dan merasa paling benar…
masih punya pemikiran mistika dan suka sekali cari muka, bener la…. Baru kali
ini si aku liat secara terang-terangan ooo jadi ini para manusia yang sukanya
cari perhatian sama atasan. Yang nyuruh kita-kita untuk kerja begini-begitu
tapi nyatanya dianya gak sesempurna itu. apalagi kalau udah ada atasan hmmmm
dahlah, dialah pusat alam semesta.
Ada
juga beberapa hal tentang yayasan yang pengen aku ceritakan, sudah tiga kali
aku pindah tempat kerja yang dinaungi sama yayasan. Polanya hampir sama. Caleg
yang butuh partisipan, buka yayasan, buka sekolah, setiap ortu yang anaknya
sekolah disitu akan dijadikan partisipan. Mungkin mereka punya tujuan ganda,
mencari partisipan dan mencari amal jariyah, ibarat menyelam sambil minum air
laa. Yayasan yang terakhir kayanya memang niat bikin sekolah, terencana dan
tersusun. Sebelum aku kerja disini, ulasan dari masyarakat sekitar juga bagus.
Mungkin dulu memang guru-guru yang mengajar memang sosok yang kompeten.
Makannya anak-anaknya juga bisa bagus. Sesuai sama semboyan bapak Ki hajar
Dewantara yang lebih condong kepada guru. Kalau dibandingi sama aku ya aku
masih dibelakang jauhnya. Aku meski banyak belajar untuk bisa mencapai guru yang diharapkan Ki hajar Dewantara.
Cuman, namanya Indonesia pasti ada minusnya. Administrasi keuangan. Janji itu
manis cuman di bibir dan cuman sementara. Awalnya mereka bilang kalau gaji akan
diberi sebelum tanggal 10, nyatanya sampai mau tanggal 30 gajiku yang setengah
lagi entah dimana rimbanya. Mereka bilang ngajar ekskul akan dibayar 200k per ekskul,
nyatanya sebulan ini gadak bahas tentang gaji ekskul dan dengar-dengar dari
guru lain katanya ekskul itu kadang dibayar kadang enggak. Walaupun baru
sebulan kerja api setidaknya inilah gambaran yang akan aku hadapi kedepannya. Ya
udahlah. Jadikan amal ibadah . Setidaknya bisa ngurangi siksa kubur dan siksa
neraka.
Komentar
Posting Komentar