Imperfect Shape

 


Apa sih ketentuan bentuk tubuh perempuan untuk dikatakan sempurna ? kalo ditanya ini mungkin jawabannya akn beda2,tergantung individu masing-masing. Tapi memang kan, kita  kalo ketemu sama orang, pertama kali yang kita lihat  pasti fisik, dari atas sampe bawah. Dan kalo ketemu sama temen lama pasti yang dibahas juga fisik, “  gendutan ya…” walaupun sekedar basa-basi.

Aku dulu tipe anak yang gak peduli soal penampilan. Mau bentuknya gak karuan, aku tetep pede keluar rumah dan aku gak peduli sama yang orang lain lihat, semakin dewasa aku semakin merasa banyak sekali ketidaksempurnaan yang aku miliki. Waktu smp, cermin itu Cuma dipake untuk make bedak sama nyisir rambut. Saat menginjak sma, Cermin tiba-tiba jadi alat yang banyak fungsi dan setiap saat aku pake. Setiap lihat cermin yang jadi focus utamanya itu kekurangan yang aku punya, hidung aku pesek, mukaku item, banyak bruntusan. Aku jadi anak yang suka mengeluh soal penampilan. Ditambah lagi melihat orang lain dengan fisik yang lebih rupawan, makin menjadilah kebiasaan itu. semakin besar kaca yang aku punya semakin besar juga la rasa insecurity itu. Setelah melihat full badan aku dicermin, ketidaksempurnaan itu semakin nyata. Wajah aku gak simetris yang sering mengakibatkan senyum yang gak simetris juga. Bahu aku juga gak simetris, bahu kanan lebih tinggi daripada bahu kiri, lengan aku yang kecil, dan badan aku yang sangat kurus.

Di umur yang mau menginjak angka 23, aku merasa capek, capek mikirin penampilan. Barulah aku sadar kalau kita tidak akan pernah bisa mencapai kata sempurna. Termasuk kesempurnaan fisik. Apa yang diberikan oleh yang maha kuasa itulah yang terbaik untuk kita, tinggal bagaimana kita menjaganya. Dan gak sehat juga kalau terus merasa jelek, padahal gak ada juga yang peduli sama penampilan aku. Ada baiknya kalau saat bertemu orang lain gak bahas mengenai badan, mungkin akan jadi kebiasaan. Memang, orang pasti bakalan tetap membahas tentang badan aku yang ‘seperti ini’, but it’s okey… karena di lingkungan ini sudah terbiasa dengan pembicaraan itu. Yang terpenting, aku bisa menerima badan aku dan mencintai setiap bagiannya.

Jadi inget dulu aku selalu berusaha hunting untuk menemukan produk yang cocok untuk memutihkan wajah. Dan apapun yang aku coba selalu gagal. Wajah aku tetep coklat. Tapi kalo dipikir sekarang rasanya sayang kalo kulitku yang coklat ini berubah jadi lebih putih, lama-lama aku jadi suka lihat warna kulitku yang coklat mengkilap, dan ini aku dapet sejak aku lahir. Betapa beruntungnya . Memang masih banyak orang yang menganggap bahwa hitam itu jelek, kata-kata “ sayangnya dia item “ masi sering terdengar, entah darimana standart itu berasal. Punya bentuk tubuh yang gak simetris juga gak salah, selagi sehat kayaknya gak ada yang perlu dipermasalahkan. Kondisi ini, menjadikan aku selalu merasa unik dan berbeda. Karena memang perempuan itu pada hakikatnya memiliki banyak bentuk dan warna, itulah yang membuat mereka unik, bukan hanya putih dan langsing.

“ someone will always be prettier, someone will always be smarter, someone will always be younger, but they will never be you.” –Freddy Mercury

Komentar

  1. Keberagaman macam bentuk dan warna yang bikin terlihat indah dan cantik. Keren mba madah wkwkwk

    BalasHapus
  2. Memotivasi sekali. Semangatt terus kak��

    BalasHapus
  3. Cantik itu relatif dan kamu cantik dengan caramu sendiri

    BalasHapus
  4. Yeyyy akhirnya bisa damai sama diri sendiri😍

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lika Liku Melajang

Sebuah Tulisan Tentang ..... CORTIS

Money , Money, Money ….