Lady Bird Dan Little Women
22 Agustus 2020
Lady Bird Dan Little Women
Selamat
malam...... mungkin sebentar lagi mencapai 200 hari aku dirumah aja, dan
sejujurnya aku sangat-sangat bosan. Ini adalah waktu terbosanku selama 21 tahun
aku hidup dan aku gak tau kapan ini akan berakhir.
Kenyataan yang sungguh-sungguh pahit, lebih pahit daripada methylprednisolone.
Dalam masa hampir 200 hari ini, aku udah entah berapa kali ganti cita-cita dan
pekerjaanku nanti. Pertama aku pengen jadi arkeolog, kedua aku pengen jadi pebisnis
sampe aku beli buku2 bisnis dan belajar akuntansi, well kayaknya ini sangat2
berguna, trus aku pengen
jadi penulis, yah begitulah saya...... dan tentunya aku berkhayal punya
kehidupan yang sempurna, karena menghayal adalah kegiatan yang paling
menyenangkan selama masa pandemic.
Aku baru aja selesai nonton lady
bird filmnya soairse
ronan, film tahun 2017. Kisahnya bagus,
tentang seorang perempuan yang bernama Christine yang ada di masa remaja dan
bergulat dengan hal-hal yang membuatnya lebih dewasa. Dia menjuluki diri dia
sebagai lady bird, di film gak dijelaskan kenapa dia nyebut diri dia “lady
bird”, dia sering buat gambar burung dan kepalanya adalah kepala dia. Aneh
sihh. Dia banyak berdebat sama emakya karena mereka memang bukan orang berada
dan kesulitan ekonomi. Cristine pengen
sekolah di sekolah negeri, tapi sama ibunya malah dimasukin sekolah agama. Dia
juga berkata kalo dia pengen kuliah di kota yang keren dengan budaya tinggi
seperti New york…. Dan dengan santainya ibunya bilang “lagian kamu gak mungkin
diterima” lucu aja gitu
Di film ini, kita diajarkan
untuk bersyukur, percayalah apa yang kita punya saat ini adalah berkah dan
anugerah yang mungkin suatu saat akan kita rindukan atau bahkan sesali. Si Christine ini mencoba berteman
sama cewek2 yang lebih
keren untuk bisa lebih deket sama cowok yang dia taksir dan
niggalin temen lama dia, tapi dia menyadari kalau teman2 lama dia adalah yang terbaik. Menurut aku pribadi sih, ngapai sih mencoba untuk
kelihatan keren? Ya aku juga pernah berada di posisi Cristine, pengen kelihatan
cool gitu, tapi aku sadar kalau hidup aku ya aku yang jalanin, untuk apa
kelihatan keren didepan orang dan kehilangan siapa diri kita yang sebenarnya. Di akhir film Cristine bisa diterima di univ
favoritnya walaupun dia harus berantem
dulu sama ibunya karena masalah biaya. Setelah tinggal jauh, malah Cristine
begitu merindukan kampung halamannya.
Aku
suka si film ini, karena selain dimainkan
sama artis favorit aku, ceritanya tentang
pencarian jati diri. I don’t know why, tapi film-film coming age selalu menarik
buat ditonton. Film Lady bird ini juga merupakan film debutnya Gretta gerwid
sebagai sutradara. Kisah di film ini berlatar di kota asalnya Gretta sendiri
yaitu Sacramanto, asing sekali namanyakan, kalo bukan orang Amrik pasti gak tau
tentang tu Kota. Film
debutnya ini termasuk sukses dan diterima banyak orang, bahkan dari review2
film yang aku baca, mereka selalu memberikan respon positif sama film ini.
Recomanded untuk ditonton.
O iya
kemaren aku juga nonton filmnya soairse
ronan yang lain dan disutradarai oleh Gretta Gerwid juga,
judulnya little women. Udah
dari dulu aku pengen nonton film ni tapi baru kesampean semalam, o iya kedua
film ini aku tonton dari situs ilegal dan karena itu hape aku penuh virus,
sampe ada peringatannya, hehe.... ya gimana mau download gak bisa. Dua film ini
bener2 membekas di kepala aku,
terutama little women, sumpah baper kali liatnya, sampe seharian itu aku
mikirin film itu dan kemungkinan-kemugkinan
yang terjadi kalo tokohnya begini atau begitu, gila membekas kali. Awalnya sih
bingun sama film ini karena alurnya maju mundur tapi karena maju mundur itulah aku harus teliti,
sangking telitinya sampe kebaperan, ceritanya simpel sih sama kayak lady bird yang
simpel, tentang
kehidupan sehari-hari (gak tau deh kenapa aku sekarang lebih suka film genre
drama real life gini, gak ngerti) 4 saudari yang hidup di masa 1880 an gitu,
mereka bukan keluarga yang mampu tpi lumayan cukup lah, yang paling besar tuh
meg diperanin emma watson, dia tuh anak
paling catik dan anggun, meg pegen nikah sama orang kaya supaya dia gak kerja
jadi buruh nantinya, tapi apalah daya ternyata dia jatuh cinta sama seorang
guru biasa dan dia harus menahan dirinya. Anak kedua yang paling aku suka,
karena kami sama2 anak
kedua dan sama2 pegen jadi penulis. Namanya Jo
diperankan oleh my lovely Soairse Ronan, disini dia digambarkan
anak yang agak tomboy, dia punya tekat
yang kuat dan tidak percaya sama pernikahan. Dia punya temen deket namanya
lauree ( kayak merk pembalut ) yang meranin si timothee chalamet yang ganteg
itu loh....... setiap liat timothee pasti keinget si armie hammer,inget call me
by your name, pokoknya auranya masih aura homo kalo ngeliat si timothee ini. Jo
sama lauree ini deket banget dan dimasa itu ya kalo cowok sama cewek deket itu
ya mereka calon suami istri, tapi kan si jo ini gak percaya sama pernikahan.
Daaan lauree melamar si jo tapi ditolak sama Jo, sumpah di scene ini aku baper
dan bener2 kebawa suasana. karena jo nolak
lauree hubungan mereka jadi gak harmonis.
Anak
ketiga adalah beth, dia yang paling pendiam dan gak banyak diceritain, dia juga
baik kali, selalu mendukung saudari2nya. Tapi dia terkena demam berdarah dan
meninggal dunia. Anak paling bontot si Amy diperankan
oleh Florance plugh, anak yang paling nyebelin menurut aku,
dia tu manja, bisa ngejar impiannya untuk sekolah seni di eropa dan selalu
dapetin apa yang dia mau sampe akhir film. Tapi
dibalik itu semua karakter yang paling sempurna ya si Amy ini, setiap perempuan
pasti pengen seperti Amy. Pertama dia beruntung bisa sekolah seni di eropa,
kedua dia punya pemikiran yang rasional tentang kehidupan dan pernikahan, dia
tau keahlian dan mimpinya, dia bisa dapetin laki-laki yang dia cintai dari
dulu, karena pendidikan dan pernikahannya dengan lauree yang holkay, maka Amy
bisa menaikkan derajat dirinya. Perfect life.
Jo pada akhirnya menyadari dan curhat sama
emaknya kalo dia muak sama kehidupan dan perempuan selalu dipilih dan perempuan
tidak pernah punya hak untuk memilih, dia marah2 dan harus mengakui kalau dia
sangat kesepian. Jo bilang dia terlalu cepat nolak lauree waktu itu, dan dia
akan bilang iya kalo lauree melamar dia lagi. Jo denger kabar kalo lauree bakal pulang
dari eropa bareng amy. Jo
nulis surat dan naruh surat d kotak surat deket rumah Lauree. Tapi waktu
dateng, lauree malah bilang kalo dia
udah nikah sama amy, ooo thats hurt, Jo yang ditinggal aku yang potek. Si jo
langsung lari ngambil
suratnya tadi dan langsung disobek sama dia. He loved her to early, she loved
him to late... kenyataan yang pahit. dalam kegalauan, jo melampiaskannya dengan
menulis buku tentang mereka dan jadilah buku little women. Tapi akhirnya
bahagia kok, Jo bisa bikin sekolah, jadi penulis hebat dan dia menikah sama temennya
waktu di new york dulu. Sejujurnya aku kesel sama Amy karena dia tuh nyebelin.
Tapi harus sabar.... sadar Madah
itu cuman film. Dari film ini aku belajar untuk jadi diri sendiri. Di film itu
juga aku belajar bahwa jatuh cinta itu gak salah dan kita gak bisa menolak
kehadirah seseorang karena kita gak mungkin sendirian dan sekuat apapun kita
kekeh sama kriteria “pria idaman “ yang
kita mau, saat hati udah jatuh kriteria itu gak ada gunanya.
Dua film yang aku sebutin ini cocok untuk ditonton
bareng temen dan biasanya lebih cocok untuk cewek-cewek. Terimakasih untuk yang
sudah membaca.
Sekian.
Duh harus banget ni nonton filmnya!!!❤ tq say❤
BalasHapus